Masa depan Estevao Willian di Chelsea mulai menjadi bahan pembicaraan. Pemain muda asal Brasil tersebut dikabarkan mencemaskan kesempatan bermainnya setelah tidak mendapatkan banyak menit pada dua pertandingan pertama The Blues di Premier League bersama Xabi Alonso.
Menurut laporan ESPN Brasil, Estevao telah menyampaikan kepada orang-orang terdekatnya bahwa ia khawatir tidak akan memperoleh peran sebesar yang diharapkan. Situasi tersebut membuat sang pemain mulai mempertimbangkan langkah berikutnya apabila kondisinya tidak berubah dalam beberapa bulan mendatang.
Meski demikian, belum ada keputusan maupun permintaan transfer resmi. Estevao disebut masih menyukai Chelsea dan ingin berhasil di Stamford Bridge. Kemungkinan mengevaluasi masa depannya baru dapat muncul apabila ia terus kesulitan mendapatkan kesempatan hingga bursa transfer musim dingin.
Masuk pada menit ke-82 menggantikan Morgan Rogers.
Menjadi starter dan terlibat dalam terciptanya dua gol Chelsea.
Berada di bangku cadangan dan tidak dimainkan.
Start Sempurna Chelsea Tidak Menguntungkan Semua Pemain
Xabi Alonso memulai pekerjaannya bersama Chelsea dengan hasil sempurna. The Blues mengalahkan Fulham dengan skor 3–2 pada pertandingan pembuka Premier League, menyingkirkan Luton Town 2–0 di Piala Liga, kemudian menundukkan Brighton 4–3 di Stamford Bridge.
Tiga kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Chelsea mampu beradaptasi dengan pendekatan permainan Alonso. Kombinasi Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Joao Pedro juga langsung memberikan hasil positif dengan menjadi tumpuan utama di lini serang.
Namun, keberhasilan tersebut juga membuat pemain lain semakin sulit mendapatkan tempat. Alonso memiliki banyak pilihan dengan karakter berbeda, sehingga persaingan untuk masuk ke dalam susunan pemain utama menjadi sangat ketat.
Investasi Besar Membuat Persaingan Semakin Padat
Chelsea kembali melakukan investasi besar pada bursa transfer musim panas. Berdasarkan laporan Foot Mercato, klub London tersebut mengeluarkan lebih dari 400 juta euro untuk memperkuat skuad Alonso.
Pengeluaran itu dilaporkan mencakup sekitar 138 juta euro untuk mendatangkan Morgan Rogers, 60 juta euro untuk Maxence Lacroix, dan 57 juta euro untuk Marco Palestra. Sejumlah pemain lain juga bergabung untuk menambah kedalaman skuad di berbagai posisi.
Kehadiran banyak pemain baru memberikan Alonso lebih banyak alternatif. Akan tetapi, konsekuensinya adalah beberapa pemain lama maupun pemain muda harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempat dalam rencana utama sang pelatih.
Estevao Hanya Mendapat Tujuh Menit di Premier League
Pada laga pembuka melawan Fulham, Estevao memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru diturunkan pada menit ke-82 untuk menggantikan Morgan Rogers ketika Chelsea sedang berusaha mempertahankan keunggulan 3–2.
Kesempatan lebih besar diperolehnya ketika Chelsea menghadapi Luton Town di Piala Liga. Estevao menjadi starter dan tampil sebagai salah satu pemain paling berbahaya dalam pertandingan tersebut.
Pemain berusia 19 tahun itu terlibat dalam terciptanya gol pertama setelah bekerja sama dengan Malo Gusto. Ia kemudian melepaskan tembakan mendatar yang mengenai Hakeem Odoffin sebelum masuk ke gawang untuk menghasilkan gol kedua Chelsea.
Penampilannya menghadapi Luton menunjukkan bahwa Estevao masih mampu memberikan ancaman ketika mendapatkan kesempatan. Namun, situasinya kembali berubah saat melawan Brighton. Alonso memilih Palmer, Rogers, dan Joao Pedro sebagai trio penyerang, sedangkan Estevao tidak diturunkan dari bangku cadangan.
Posisi Favoritnya Ditempati Palmer dan Rogers
Persoalan Estevao tidak hanya berkaitan dengan banyaknya pemain di dalam skuad. Posisi terbaiknya juga bersinggungan langsung dengan sejumlah pemain penting yang saat ini mendapatkan kepercayaan dari Alonso.
Estevao dikabarkan lebih nyaman bergerak di area tengah lini serang. Akan tetapi, ruang tersebut sudah ditempati Cole Palmer dan Morgan Rogers. Keduanya memiliki peran penting dalam menghubungkan lini tengah dengan Joao Pedro yang beroperasi sebagai penyerang.
Pilihan lain bagi Estevao adalah bermain lebih melebar di sisi kanan. Namun, posisi tersebut juga memiliki tuntutan berbeda dalam sistem Alonso karena Pedro Neto beberapa kali digunakan sebagai pemain sayap yang harus aktif membantu pertahanan.
Menurut ESPN Brasil, Estevao tidak sepenuhnya nyaman apabila diarahkan menjadi pemain sayap dengan tanggung jawab fisik yang lebih besar. Ia disebut khawatir perubahan fisik yang terlalu drastis dapat mengurangi kelincahan dan mobilitas yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.
Bursa Transfer Januari Masih Sebatas Kemungkinan
Situasi tersebut membuat kemungkinan kepindahan pada Januari mulai dibicarakan. Namun, laporan yang beredar belum menyebutkan bahwa Estevao telah meminta dijual atau secara resmi mengajukan permintaan meninggalkan Chelsea.
Sang pemain masih ingin bertahan dan membuktikan kualitasnya di Stamford Bridge. Sikapnya baru dapat berubah apabila ia terus berada di luar rencana utama dan hanya mendapatkan kesempatan dalam pertandingan piala atau ketika Alonso melakukan rotasi.
Perjalanan musim juga masih sangat panjang. Cedera, perubahan formasi, penurunan performa pemain lain, maupun padatnya jadwal dapat membuka kesempatan bagi Estevao untuk memperoleh peran yang lebih besar.
Alonso Menghadapi Tantangan Mengelola Pemain Muda
Situasi Estevao menjadi salah satu tantangan pertama Alonso dalam mengelola skuad Chelsea yang sangat besar. Sang pelatih harus mempertahankan hasil positif sekaligus memastikan pemain-pemain muda tetap memiliki jalur perkembangan yang jelas.
Terlalu sedikit kesempatan dapat menghambat perkembangan pemain berusia 19 tahun tersebut. Sebaliknya, Estevao juga harus memanfaatkan setiap peluang yang diberikan, seperti yang dilakukannya saat tampil menonjol menghadapi Luton.
Beberapa bulan ke depan akan menentukan arah masa depan Estevao di Chelsea. Apabila Alonso mampu memberinya peran yang sesuai, pemain asal Brasil itu masih dapat menjadi bagian penting dari proyek baru The Blues. Namun, jika menit bermain tetap terbatas, bursa transfer Januari dapat menjadi momen untuk mengevaluasi kelanjutan kariernya di Stamford Bridge.